Child Labour Survey 2009

Data hasil survei Pekerja Anak tahun 2009 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) didukung oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

SPA ini dilaksanakan di seluruh Indonesia, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Data yang disajikan meliputi: jumlah anak yang bekerja, kapan mereka mulai bekerja, kegiatan apa saja yang dilakukan oleh anak-anak, sekolah saja, sekolah sambil bekerja, tidak sekolah, hanya melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah mendapat tindakan atau perbuatan yang tidak menyenangkan ketika bekerja, dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Kami menyajikan ringkasan dari SPA 2009, dan untuk melihat hasil SPA 2009 secara penuh, silahkan ikuti link berikut:

Pengertian Pekerja Anak (Istilah Anak yang Bekerja dan Pekerja Anak)

Dalam SPA, istilah Anak yang Bekerja (AB) berarti anak-anak yang terlibat dalam aktivitas apapun dalam produksi dalam SNN paling sedikit selama 1 jam dalam periode referensi. Ada 3 kategori AB:

  1. Anak-anak yang bekerja sesuai SNN
  2. Anak-anak umur 12-14 tahun dalam pekerjaan ringan yang diperbolehkan
  3. Anak-anak umur 15-17 tahun yang terlibat dalam pekerjaan, di luar BPTA.

Sementara, istilah PA merupakan subset dari AB. Pekerja anak ini merupakan anak yang berumur 5-17 tahun yang masuk dalam kategori:

  1. Melakukan pekerjaan yang berbahaya (mengacu pada lamanya jam kerja)
  2. Melakukan pekerjaan di bawah usia minimun

Dengan demikian, PA yang dimaksud mencakup kelompok anak:

  1. Anak umur 5 – 12 tahun yang bekerja
  2. Anak umur 13-14 tahun yang bekerja lebih dari 15 jam per minggu
  3. Anak umur 15-17 tahun yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu

Ringkasan Data SPA 2009

  • Dari jumlah anak usia 5-17, sekitar 58,8 juta, 4,05 juta atau 6,9 persen dianggap sebagai anak-anak yang bekerja. Dari total anak yang bekerja, 1,76 juta atau 43,3 persen adalah pekerja anak.
  • Dari total jumlah anak usia 5-17, 48,1 juta atau 81,8 persen sekolah, 24.3 juta atau 41,2 persen terlibat dalam kegiatan kerumahtanggaan dan 6,7 juta atau 11,4 persen dari anak-anak dianggap sebagai ‘idle’; baik sekolah maupun rumah tangga.
  • Sekitar 50 persen dari anak-anak yang bekerja minimal bekerja 21 jam per minggu dan 25 persen 12 jam per minggu. Rata-rata, anak-anak bekerja 25,7 jam per minggu. Rata-rata, pekerja anak bekerja 35,1 jam per minggu. Beberapa bekerja sebanyak 20,7 persen anak-anak bekerja dalam situasi berbahaya karena mereka menghabiskan lebih dari 40 jam per minggu.
  • Anak-anak yang bekerja umumnya masih sekolah, bekerja sebagai pekerja keluarga tidak dibayar, dan terlibat di sektor pertanian, jasa dan industri.
0 %

Of the approximately 1.7 million child laborers, there are around 20.7 percent of those in the worst employment situation and the majority of children working in the agricultural sector are 58%.

Data Survey Ketenagakerjaan Nasional (Sakernas)-BPS 2018 mengungkapkan bahwa 1,7 juta anak pada usia 10 – 17 tahun ditemukan bekerja. Data yang lebih menyeluruh terlihat dalam Survey Pekerja Anak BPS 2009, mengungkapkan bahwa anak usia 5 – 17 yang bekerja mencapai sekitar 4 juta anak atau 6,9 persen dari total populasi anak berusia 5 – 17 tahun. Dari sekitar 1,7 juta, terdapat sekitar 20,7 persen berada pada situasi pekerjaan terburuk. Sementara anak yang bekerja ini tersebar berada di sektor pertanian mencapai 58%, pelayanan (24%), manufaktur (7 %), dan sektor lainnya

Pekerja Anak menurut Sakernas

Karakteristik
Laki-laki
Perempuan
Total
Anak yang bekerja umur 10-12
180,6
39,5
320,1
Anak yang bekerja umur 13-14 dengan jam kerja > 15 jam per minggu
198,7
43,2
341,9
Anak yang bekerja umur 15-17 dengan jam kerja > 40 jam per minggu
570,2
447,0
1.072,2
Total
949,5
729,6
1.679,1
Tabel 3.2: Estimasi Jumlah Anak yang Bekerja Umur 10-17 Tahun (dalam Ribuan), Indonesia, 2009

Jenis pekerjaan

Terdapat perbedaan jenis pekerjaan yang dilakukan anak yang bekerja berdasarkan wilayah perkotaan dan pedesaan. Di pedesaan, sebagian besar anak-anak bekerja pada sektor pertanian, yaitu 66%, sementara di perkotaan 14%.

Grafik 3.8: Distribusi Persentase Anak yang Bekerja Umur 10-17 Tahun menurut Lapangan Pekerjaan, Perkotaan, Indonesia 2009​
Grafik 3.9: Persentase Distribusi Anak yang Bekerja Usia 10-17 Tahun Menurut Jenis Pekerjaan, Pedesaan, Indonesia 2009

Ringkasan Data SPA 2009

- Estimasi Pekerja Anak menurut SPA 2009 adalah 1,76 juta (Tabel 4.6).

Kelompok Umur dan Jam Kerja
Laki-laki
Perempuan
Total
Semua anak yang bekerja yang berumur 5-12 tahun
320,1
354,2
674,3
Anak yang bekerja yang berumur 13-14 tahun yang jam kerja di atas 15 jam seminggu
193,4
127,8
321,2
Anak yang bekerja yang berumur 15-17 tahun yang jam kerja di atas 40 jam seminggu
463,6
296,3
759,8
Total Pekerja Anak
977,1
778,2
1.755,3
Tabel 4.6: Estimasi Jumlah Pekerja Anak (dalam ribuan), Indonesia, 2009

- Lapangan pekerjaan

Ada tiga lapangan pekerjaan besar di Indonesia, yakni: pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Tabel 5.1 menunjukkan 57 persen anak umur 5-17 tahun bekerja di bidang pertanian, termasuk kehutanan, perburuan dan perikanan (Kode 1).

Lapangan Usaha
5-12
13-14
15-17
5-17
Pertanian, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan (kode 1)
64,3
64,6
53,8
57,2
Industri Pengolahan (kode 3)
10,7
8,4
10,8
10,4
Perdagangan Besar, Perdagangan Eceran, Restauran dan Hotel (kode 6)
18,3
18,4
19,3
19,0
Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan (kode 9)
4,3
3,4
6,1
5,4
Lainnya (Kode 2, 4, 5, 7 dan 8)
2,4
5,3
9,9
7,9
Total
100,0
100,0
100,0
100,0
dalam ribuan
674,3
6.190,9
2.759,4
4.052,8
Tabel 5.1: Persentase Anak yang Bekerja menurut Lapangan Usaha dan Kelompok Umur, Indonesia, 2009

- Status Pekerjaan

Sebagian besar anak yang bekerja merupakan pekerja keluarga tak dibayar, oleh karena itu dapat digolongkan dalam sektor informal. Jika dilihat dari jenis kelamin, perbandingannya hampir sama (Grafik 5.3).  Secara rata-rata, ada 146 laki-laki untuk setiap 100 perempuan pekerja keluarga tidak dibayar.

Status Pekerjaan
5-12
13-14
15-17
5-17
Buruh/karyawan/pegawai
4,8
12,1
31,6
24,2
Berusaha Sendiri
12,7
6,3
10,7
10,3
Pekerja Keluarga tak Dibayar
82,5
81,5
57,8
65,5
Total
100,0
100,0
100,0
100,0
Tabel 5.2: Persentase Anak Bekerja menurut Status Pekerjaan dan Kelompok Umur, Indonesia, 2009
Grafik 5.7: Persentase Anak yang Bekerja menurut Tempat Kerja dan Jenis Kelamin, Indonesia, 2009

- Tempat kerja

Berdasarkan tempat bekerja yang melibatkan banyak anak bekerja di dalamnya, sektor perkebunan, termasuk ladang atau kebun (Kode 3) merupakan tempat bekerja sebagian besar anak atau sebesar 46.5%.

Tempat Bekerja
5-12
13-14
15-17
5-17
1
Rumah
17,8
19,8
19,1
19,0
2
Tempat Pelanggan
2,9
1,7
5,3
4,4
3
Perkebunan/ladang/Kebun
53,8
51,7
43,5
46,5
4
Tempat Pembangunan Gedung, Tambang/Penggalian, Kolam/Danau/Sungai
3,2
7,4
8,8
7,7
5
Toko/Kios/Warung Kopi/ Restauran/Hotel
4,5
8,2
9,4
8,4
6
Tempat Tidak Tentu, Tempat Tertentu, Jalan/Pasar, Lampu Merah
10,4
4,6
8,5
8,2
5
Others
7,4
6,5
5,3
5,9
Total
100,0
100,0
100,0
100,0
Tabel 5.4: Persentase Anak Bekerja menurut Tempat Bekerja dan Kelompok Umur, Indonesia, 2009